Rabu, 08 Maret 2017

,

Segel Hegel : Chapter 3


Sinar mentari mulai masuk lewat jendela sebuah kamar, sahutan burung-burung yang bernyanyi membawa suasana ketenangan, di dalam sebuah kamar, gambar-gambar tokoh kartun saling bejejer di dinding berwarna hijau melon yang seolah itu adalah galeri lukisan dan aroma mawar tercium di seluruh ruangan tersebut. Aku terbangun dan merasa sangat asing, bagaimana aku bisa berada di sebuah ruangan yang begitu hidup, kasur yang empuk, dan matahari yang bersinar melewati jendela, sudah lama sekali aku tidak merasakan hal ini, terakhir mungkin lebih dari 20 tahun yang lalu, bertahun-tahun sebelum terjadinya bencana itu. saat aku sedang mengembara dalam benakku tiba-tiba seseorang masuk kedalam ruangan itu.

 “Hei, kau akhirnya bangun juga, aku sudah menunggumu dari tadi pagi lo, cepatlah mandi dan kita segera berangkat” 

aku sama sekali tidak mengerti apa yang ia maksud, dia tiba-tiba merusak semua lamunanku dan mengatakan hal yang sama sekali tidak masuk akal bagiku, berangkat? Kemana? Dan dia mengajakku? Sudah lama aku hanya pergi mengembara mencari kehidupan yang layak seorang diri dan kini dia hadir disini untuk mengajakku pergi? 

“apa maksudmu? Apa aku kenal denganmu? Apakah aku telah membuat janji kepadamu sebelumnya?” 

Aku berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi disini, dia memperlihatkan wajah bengongnya, lalu dengan segera mengubahnya ke wajah yang begitu ceria, 

“sudahlah, jangan bercanda, cepatlah mandi atau kita akan terlambat.” 

Kurasa dia tidak sedang mempermainkanku, dia benar-benar tahu siapa diriku, tapi aku tidak dapat menemukan satupun memori yang dapat mengingatkanku tentang dia. Satu-satunya yang bisa kuingat adalah perjalanku kemarin dan bertemu dengan dua orang gadis, aku menoleh ke kanan dan kiri, mencoba mencari sesuatu yang kukenal, tapi aku tidak menemukan apapun, aku kemudian mencoba mengamati lagi dengan lebih seksama, aku memulainya dengan mengamati apa yang berada di ruangan ini, semua seperti sebuah kamar seorang anak muda, aku mulai bingung dan berfikir mencoba mengumpulkan informasi dalam otakku. 

“hei, kenapa kau malah bengong, hei, apa kau memperhatikanku?” 

 dia mulai maju dan menggoyang–goyang tubuhku, 

“ah ya, aku sadar ada kamu disitu, tapi aku sama sekali tak tahu siapa sebenarnya dirimu. Begini nak, maukah kau memberitahuku diamanakah aku? Dan apakah kau tahu dimana dua gadis yang bersamaku?”
“nak?? Kau mulai kacau, hentikan sandiwaramu itu, dan dua gadis apa? Apa kau menyelundupkan dua gadis ke kamarmu tadi malam? Katakan padaku”

dia sama sekali tidak mengerti apa yang aku maksud, dia selalu menjawab semua pertanyaanku seolah aku adalah temannya yang sedang bersandiwara, aku harus menjelaskan kepadanya bahwa aku lebih tua darinya dan menghentikan tingkahnya, 

“hei nak, begini, berhentilah main-main, aku disini membutuhkan informasi yang sangat penting”, aku memasang wajah yang serius agar dia menjadi semakin yakin, tapi dia malah menjawabnya dengan hal yang membuatku kaget,
“nak? Lagi lagi kau memanggilku itu, lihatlah dirimu, berkacalah, aku itu lebih tua darimu tahu, walau Cuma beberapa menit sih” 

dia berkata dengan ekspresi yang akan membuat orang langsung merasa kesal terhadapnya, tapi itu malah terjadi yang sebaliknya bagiku, aku penasaran dengan kata-katanya dan mencari cermin yang dapat kutemukan, aku bangkit dan berjalan mondar-mandir mencari cermin itu,
“hei, tingkahmu pagi ini sungguh aneh, apa yang kau cari? Tidak ada gadismu disini, itu Cuma mimpi, lupakan saja”
Mimpi? Tidak mungkin aku bermimpi tentang penderitaan yang begitu nyata, akhirnya aku berhasil menemukan sebuah cermin tepat dibalik pintu, dan apa yang kulihat tidak dapat kupercaya, tubuhku menyusut tepat seperti saat aku masih sekolah menengah dulu, dan ini begitu kerempeng, aku tidak mungkin mengalahkan tubuh diluar sana dengan tubuh yang seperti ini, 

”hei bisakah kau menjelaskan kepaku? Mengapa aku menjadi begitu muda dan kecil? Apa kau yang membuatku seperti ini?”

Dia mulai tampak serius, raut mukanya berubah, kurasa dia akhirnya menyerah karena aku telah mengetahui bahwa dia sedang menipuku, dia sudah tidak bisa berlagak menjadi temanku,
“kurasa kau memang aneh hari ini, dan itu bukanlah ekspresi yang dibuat-buat, tidak biasanya kau bisa bersandiwara sampai seperti ini, tenanglah, dan duduk disini 
(menunjuk kearah ranjang),” 

Jawabannya ternyata tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya, dia benar-benar tidak masuk akal, dia tidak bergeming setelah aku tahu apa yang sebenarnya terjadi, atau lebih tepatnya apa yang telah dia perbuat kepadaku. Dia malah melanjutkan perkataannya, 

”kau tunggu saja disini, aku akan segera kembali”
Aku sama sekali tidak mengerti, apa maksudya? Dan dia membiarkan begitu saja? Hanya menyuruhku menunggu? Sebaiknya aku tidak mempercayainya begitu saja, setelah dia mengetahui bahwa aku telah sadar dia pasti akan melakukan sesuatu, aku memutuskan untuk mengikutinya diam-diam. Dia berjalan menuruni tangga tepat di sebelah kiri kamar tadi, aku mengikutinya turun dan menemukan bahwa dia sedang berbicara dengan dua orang, aku tidak dapat mendengar apa yang mereka katakan, aku mulai mendekat dengan hati-hati, dan mencoba bersembunyi tepat di belakang sofa yang tepat membelakangi tangga. Tapi saat aku baru saja sampai di belakang sofa salah seorang diantara mereka memanggilku, 




“tidak usah bersembunyi dibelakang sofa, kemarilah, kami tidak ingin menyakitimu, kami hanya ingin berbicara kepadamu.”_
Aku ragu untuk keluar, apakah mereka tidak menipuku, aku merasa seperti masuk kedalam perangkap mereka, dan suara yang memanggilku mengulangi perkataannya tadi, aku tetap bersembunyi dan mulai berfikir mungkin inilah waktu yang tepat untuk pergi, aku sudah jelas tidak dapat melawan mereka dengan tubuh yang kecil ini, aku mulai mengambil ancang- ancang dan berlari kembali naik keatas melewati tangga yang sebelumnya, aku belum memikirkan langkah selanjutnya setelah aku sampai diatas, tapi baru beberapa anak tangga dia yang memanggilku tadi berhasil menghentikanku, aku tidak dapat menolak untuk memalingkan wajahku kepadanya, dia telah membuatku teringat akan sesuatu yang baru saja kulupakan, sesuatu yang sejak tadi menjadi misteri bagiku, itu semua karena salah satu lelaki yang lebih tua tadi menyebut tentang sesuatu yang sudah lama kutinggalkan, 

“Ácer, Acer Aspire jangan pernah kau lari dari masalah, kembalilah kesini” 

 itulah yang di sebutnya, namaku, nama yang kutinggalkan karena aku tidak ingin orang lain menderita bila aku tetap memakai nama itu, nama yang diberikan kedua orang tuaku, aku kembali mengingatnya,… 
Continue reading Segel Hegel : Chapter 3

Selasa, 07 Maret 2017

,

Segel Hegel : Chapter 2


....lingkaran putih adalah lingkaran yang sangat mematikan, siapapun yang masuk kedalamnya akan mati seketika, dan siapapun yang keluar juga akan merasakan hal yang serupa. Sementara, lingkaran tempatku berdiri tadi tidaklah mungkin bisa dimasuki selain diriku, dan setiap misiku selesai ataupun gagal, aku akan berpindah dengan paksa kedalam lingkaran tersebut, sementara bila ada orang yang lewat seperti kamu ini, kunci dari lingkaran itu akan terbuka, itu adalah tanda bahwa aku mempunyai tugas untuk menemukan orang yang bisa membebaskan kami. Dan untuk alasan mengapa kami bisa dikurung kurasa aku tidak perlu menjelaskannya padamu, tapi kamu bisa percaya bahwa kami bukanlah orang jahat, aku memang tidak bisa membuktikan kepadamu apa-apa, tapi aku hanya bisa mengatakan bahwa sebenarnya kami adalah sandera atau lebih tepatnya tawanan perang."

Setelah mendengar penjelasannya, yang katanya singkat tapi sangat bertele-tele, aku menjadi penasaran tentang siapa sebenarnya mereka, dan aku mulai merasa bimbang untuk meninggalkan dua gadis cantik ini tetap disini, aku memutuskan untuk membebaskan mereka bila mereka menjawab pertanyaanku sesuai yang aku harapkan.

"hei gadis, aku akan bertanya padamu tiga pertanyaan, bila kau bisa menjawab sesuai harapanku aku akan membebaskan kalian, tapi bila tidak aku akan pergi dengan paksa, bagaimana?”
dia sedikit berfikir dan menatap wajah saudaranya, dan saudaranya mengangguk tanda setuju,
"baiklah aku menerima syarat itu, apa pertanyaan pertamamu?",

aku tersenyum karna mereka ternyata sangat mudah diajak kompromi, aku menjadi semakin yakin,

"Baiklah, pertama, sudah berapa lama kalian disini?",

dia seperti tersenyum sinis mendengar pertanyaanku,

"kami disini sudah tidak sebentar dan juga tidak begitu lama, tergantung darimana sudut pandangnya, bagi kami mungkin sudah 1000 masa, tapi bagimu mungkin baru kemarin"
aku tercengang mendengar kata 1000 masa, bagaimana bisa mereka masih begitu cantik bila selama itu, aku mulai berfikir bahwa nereka sebenarnya adalah manusia abadi, jawaban mereka menggangguku untuk melanjutkan pertanyaan kedua, tapi dia sepertinya sangat antusias

"bagaimana pertanyaan kedua?"

Aku bingung sendiri karena jawaban mereka , tapi kuputuskan tetap pada pertanyaan awal, aku memperbaiki raut mukaku yang tampak bingung dan berlagak yakin

"apa yang akan kalian lakukan bila kalian bebas?" ,

dia kembali menatap wajah saudarinya, tetapi saudarinya malah memalingkan wajah, kurasa itu berarti terserah pada gadis yang satu ini, dia menjawabnya dengan yakin

"kami akan merubah dunia",

dia sangat dingin ketika menjawab itu, tapi kurasa itu adalah ide yang bagus ketika dunia memang sedang seperti ini, walaupun aku tidak tahu bagaimana mereka melakukannya aku harus tetap yakin untuk melanjutkan pertanyaan ketiga,

"ini yang terakhir, apa imbalan bagiku bila aku membebaskan kalian?",

dia menjawabnya dengan sangat enteng,

"tentu saja kau akan bahagia, itulah yang terjadi bagi siapa saja yang membebaskan kami, kami tidak dapat memberi yang lain, karena kami juga tidak tahu kebahagiaan apa yang akan kamu dapatkan, itu yang terakhir kan? Aku sangat jujur dengan jawabanku ini, aku tidak bisa berbohong, jadi apakah kepeutusanmu?",

Ini menjadi dilema bagiku, jawabannya memang sangat pas bagiku, tetapi semua itu terlalu abstrak, lalu apa yang sebenarnya dia maksud dengan hidup selama seribu masa? dan bagaimana dia akan merubah dunia ini? terlalu abstrak, aku harus mempertimbangkan dengan seksama, apa yang ada di dalam hatiku saat ini adalah membebaskan mereka, itu juga akan meringankan bebanku bila mereka bisa membantuku di perjalanan berikutnya dan juga mereka sangat yakin aku akan mendapatkan sebuah kebahagiaan, aku memutuskan untuk membebaskan mereka,

“baiklah, aku percaya padamu, apakah aku hanya harus menciumnya?”

Dia tersenyum bahagia tapi tanpa suara sedikitpun,

“ya, dan lakukan dengan cepat, kau jangan terlalu lama didalam lingkaran putih, kau..”

Dia menunjuk saudarinya yang berada didalam lingkaran

“ ..majulah sedekat mungkin dengan batas lingkaran, dengan begitu tekanan dari lingkaran akan semakin kecil.”

Saudarinya maju kearahku, aku dengan gugup maju juga mendekatinya, seluruh tubuhku memanas, aku mulai berkeringat, mungkin ini karena penyebab dari lingkaran yang katanya dapat membunuhku, atau mungkin juga karena ini pertama kalinya aku akan mencium seorang gadis, saudarinya seolah tidak suka aku akan melakukan ini, dia memalingkan wajahnya dariku, aku kembali mundur dan saudari dari gadis lingkaran kuning pun kaget,

“mengapa kau mundur disaat terakhir?”

sang gadis lingkaran putih akhirnya bicara padaku,
Aku segera menjelaskan alasanku,

“ternyata kau bisa berbicara, mengapa tidak bicara saja dari tadi, maaf, tadi kulihat saudarimu memalingkan wajahnya, aku jadi ragu dengan itu”

aku menghadap kearah gadis lingkaran kuning dan mencoba mendapatkan penjelasannya, dia hanya menjawab dengan sangat singkat seolah ingin cepat aku menyelesaikan tugasku,

“cepat saja kau selesaikan, aku hanya tidak kuat takut akan melihat orang yang akan mati lagi”

aku hanya tersenyum, aku ingat apa yang dia katakan padaku tadi dan akhirnya aku mengutarakan lagi kepadanya

“kau sungguh aneh(tersenyum), kau sendiri yang bilang bahwa aku berbeda karena saudarimu ini yakin kepadaku, aku akan selamat dan juga akan menyelamatkan kalian.”

Dia tidak merubah raut mukanya yang tadi dan kembali memalingkan wajahnya dariku

“cepatlah,”




Aku sadar bahwa dia hanya ingin cepat selesai dan terbebas dari kurungan seribu masa ini, aku mengalihkan pandanganku pada gadis lingkaran putih, aku melihat pada matanya dan kami bertukar pandangan keyakinan seolah kami sudah sama tahu apa yang akan kami lakukan selanjutnya, aku dan dia saling mendekat kemudian entah apa yang terjadi semua terasa begitu terang, pelangi warna-warni mengelilingiku dan gelembung gelembung warna warni mulai muncul kemudian mengelilingiku, aku mulai tidak merasakan kehadiran mereka berdua, semua terasa begitu ringan, aku sepertii tak mempunyai beban lagi, sampai akhirnya aku tidak sadarkan diri karena kenyamanan ini.


Continue reading Segel Hegel : Chapter 2

Senin, 06 Maret 2017

,

Segel Hegel

Aku berjalan dan terus berjalan , melewati semua yang pernah kulewati, kini sudah tak sama lagi seperti dulu, gedung-gedung yang dulu di kanan kiri tidak menjulang tinggi, dan setiap rumah itu kecil, tidak sebesar sekarang yang menjadi sebuah gedung raksasa.

Di perjalananku aku melewati sebuah area kosong, terlihat dua sosok yang misterius seperti yang pernah hadir dalam mimpiku, yang satu berdiri dikelilingi gambar lingkaran berwarna putih, dia adalah gadis dengan paras yang cantik dan kulit yang putih bening, pipinya tirus dan rambutnya diikat kuda, dia memakai kaos oblong putih bergambar pohon kelapa dan celananya pensil berwarna biru tua. Seketika dia mencoba mendekatiku, secepat kilat tanpa aku memikirkannya terlebih dahulu aku berkata


“jangan mendekat, aku tahu apa yang akan terjadi pada dirimu jika melewati garis itu, kau harus melewati masa hukumanmu sampai usai agar kau bisa bebas”,

dia seperti tersadar dan mundur kembali ke tengah lingkaran, wajahnya yang sebelumnya terlihat begitu sumringah kini menjadi murung tak terkira. Di sebelah kirinya ada lingkaran yang lebih besar dari yang tadi, lingkaran itu berwarna kuning jeruk dan memiliki motif di sekelilingnya, di tengahnya ada sosok yang begitu kecil bila dibanding dengan lingkaran yang mengelilinginya, tidak sebanding. Sosok itu memakai jubah yang sudah sangat lusuh seperti tak layak pakai. Aku tidak dapat melihat wajahnya yang tertutup jubah itu hanya bayangan hitam yang ada disana. Aku merasa akan berbahaya bila berada ditempat itu terlalu lama sehingga aku mempercepat langkahku dan meneruskan perjalananku, tapi saat aku akan melangkah melewati undakan yang notabene adalah jalan keluar dari tempat ini ada seseorang yang memegang tanganku dan menghentikan langkahku.

 Kuberbalik dan melihatnya, wajah yang sama dengan yang didalam lingkaran putih, tetapi di lingkaran masih ada dirinya. Aku tidak dapat mengenalinya tetapi kurasa aku merasa nyaman dengan gadis yang memegangiku ini.

“bagaimana kau bisa mirip dengannya?, dan mengapa kau memegangiku?”

gadis itu menjawab dengan wajah sedikit memaling dari tatapanku,

”aku hanya menjalankan tugasku, kau harus melewati ujian ini sebelum keluar dari sini, aku adalah orang yang kamu lihat tadi di dalam lingkaran yang besar itu”

aku baru tersadar bahwa sosok yang didalam lingkaran kini telah hilang,

“kau seorang gadis? Dan kau sangat mirip dengan dia yang ada disana, jadi kalian adalah saudara kembar yang di kurung karena membuat kesalahan yang tidak bisa dimaafkan? Lalu tugas apa yang harus kulaksanakan? Apa aku harus melawan kalian berdua sebelum aku keluar? Tadi kupikir aku sudah melewati musuh terakhirku di area ini, tapi ternyata masih ada kalian.”

dengan cepat dia memotong pembicaraanku

“bukan itu yang aku inginkan darimu, kami hanyalah orang yang dipenjara, kau tidak perlu tahu apa yang kami lakukan sampai kami bisa disegel, tapi aku ingin kamu membebaskan kami”,

aku sedikit terkaget

“membebaskan kamu? Bagaimana bisa aku membebaskan kalian yang aku sendiri tidak mengetahui siapa sebenarnya kalian, dan kau bilang sendiri bahwa aku tidak perlu tahu apa yang kalian perbuat sampai bisa seperti ini, kurasa aku tidak akan membebaskan kalian, aku akan pergi sekarang.”

Wajahnya tetap datar seperti tak merasakan apapun dengan situasi ini,

“tunggu, bila kamu tidak mau membantu kami aku harus memaksamu, itu juga tugasku disini, ayo ikut aku,”

tanpa bisa aku berfikir untuk mencerna kata-katanya, aku kembali ditarik olehnya sampai aku menubruknya, perasaan yang aneh yang belum pernah kurasakan, gambaran dunia disekeliling memudar dan mulai muncul lagi, tapi tempat yang sebelumnya aku berdiri kini berbeda dengan sebelumnya, sekarang aku berada tepat disebelah lingkaran putih kecil tadi. Aku tidak bisa menjaga keseimbanganku dan ambruk kearah gadis tadi yang menarikku, yang terjadi adalah dia kembali menegakanku, dia begitu kuat untuk ukuran gadis yang begitu kecil, aku baru tersadar dia hanya lebih tinggi beberapa senti dariku, aku masih bisa melihat atas kepalanya.

“begini, aku minta maaf telah memaksamu, tapi aku harus melakukan ini agar kami terbebas, aku ingin kau mencium dia yang ada didalam lingkaran, lakukanlah dengan cepat atau kau akan mati.”

gadis dari lingkaran kuning tadi memerintahku, aku rasa sedikit aneh dengan permintaanya lalu kujawab

“ha? Apa kau gila? Kau sama sekali tidak menjelaskan kepadaku apa yang sebenarnya kalian lakukan dan apa yang sebenarnya tujuan kalian, tapi kau hanya memintaku untuk mencium saudaramu itu dan kau dengan mudahnya bilang bahwa aku akan mati bila tidak cepat? Kau sebaiknya menjelaskan kepadaku dulu, atau aku akan terpaksa melawanmu untuk pergi dari sini.”

Wajahnya tetap  datar tanpa ekspresi,

“sebenarnya bila kau cepat pun kau tetap bisa mati, tapi aku begitu yakin kau akan selamat, dan kami akan terbebas, saudaraku tadi berusaha mendekatimu, itu tandanya kamu adalah yang terpilih untuk membebaskan kami.”

Aku menjawab dengan sedikit marah,

“hanya itukah alasanmu untuk menghentikan langkahku dan memaksaku untuk kesini!?”

kini dia mulai sedikit kesal

“baiklah, aku akan menjelaskan sedikit, sebenarnya hanya dengan itu kau bisa membebaskan kami, selebihnya kurasa kau bisa menyimpulkan sendiri apa yang sebenarnya terjadi disini, aku dan dia sekarang adalah orang yang terkurung didalam dua lingkaran yang berbeda, kau bisa tahu itu hanya dengan melihatnya, tapi sebenarnya dua lingkaran ini berbeda......,
Continue reading Segel Hegel

Jumat, 27 Mei 2016

Analisis Proverb, Idioms, Phrasal verb, Metaphor pada lagu

Tidak bisa tidur itu sudah biasa, penyakit yang sering diderita para kawula muda adalah begadang. Hari ini menjadi hari yang beda karena disela tidak bisa tidurku aku berhasil mengerjakan tugas kuliah yang sedikit menarik, berhubung aku kuliah di jurusan sastra inggris maka tugasnya juga mata kuliah bahasa inggris, yaitu mata kuliah Vocabulary - Meaning based. Tugasnya ialah kita diharuskan menganalisis sebuah lagu yang terserah kita milihnya apa, dan mencari penggunaan Prepositional verb, phrasal verb, Idioms, Simile, Metaphore, dan Binomial. Dari semua materi itu aku tidak dapat menemukan satu buah lagu yang memiliki semua materi tersebut, jadi aku membuatnya menjadi tiga lagu.yang aku pilih adalah:
  • Lady antebellum - one day you will
  • Lenka - Everything at once
  • MJ - Black or White
Oke sekarang akan saya bagi hasil kerja saya, yang akan saya posting hanya Lady Antebellum - One day you will.

“One Day You Will”

You feel like you're falling backwards

Metaphor: mean feel dizzy
Like you're slippin' through the cracks

Idiom :To be unintentionally neglected or ignored.

Like no one would even notice
If you left this town and never came back


You walk outside and all you see is rain
You look inside and all you feel is pain
And you can't see it now



But down the road the sun is shining
In every cloud there's a silver lining

Proverb : to emphasize that unpleasant situation has some every difficult or advantage

Just keep holding on (just keep holding on)

Phrasal verb : Persist
And every heartache makes you stronger
But it won't be much longer
You'll find love, you'll find peace
And the you you're meant to be
I know right now that's not the way you feel
But one day you will



You wake up every morning and ask yourself
What am I doing here anyway
With the weight of all those disappointments
Whispering in your ear
You're just barely hanging by a thread

Idiom : To be in danger of having something nlucky or bad happen.
You wanna scream but you're down to your last breath
But you don't know it yet

Find the strength to rise above
You will
Find just what you're made of, you're made of

            Phrasal verb: Think (opinion).           



One day you will
Oh one day you will
.

Nah itulah lagu yang telah dianalisis, cuma nemu sedikit, mungkin kalau analisisnya analisis puisi bakalan detil banget. Semoga hasil lemburku ini bermanfaat, dan ini ada sedikit quote bagi yang malas.

"A Dream doesn't become reality through magic, it takes sweat,determination and hard work."

- Colin Powell
Continue reading Analisis Proverb, Idioms, Phrasal verb, Metaphor pada lagu

Jumat, 01 Januari 2016

Post officer mistook

It was at noon when I want to sent a letter to someone that I loved more than everyone exept my parents,
I knew that day would soon came but that day I haven't finish what i deserve to give to her,  
Miladia Nur Aini, I have planned to give her something special everytime her birthday come,
last year I gave her a draw of her in a frame that I made by myself, and this year I would to gave 18 Poetries for her eighteenth anniversary, I believe it would made her feel surprised, like last year.. when she has been waiting for me to say Happy Birthday, but I didn't say it, I surprised her by give a present lately than anyone, so I came to her house w/o confirmation and everytime she text me in the way I kept replied it to distinguished my plan, and when I arrive at her house I knocked the door, then beautiful moment created.
I would like to repeat that moment again but it is different for this year.

The sign of failed plan had appear since a week before her birthday, in that day I just finished 9 Poetries to her using morse code, yes morse code I used it to made her more courious about the present and to teach her about Scout's basic skill, She always hate to follow scouts programs, because it was the last year of her high school study I prefer made some poetries that contain many motivation to continue to University, and the next day till the day of  hers I didn't make any poetry, but because I still would to praise her via my creation I kept sent it.
That day when I sent her the poetries is the day before hers day, that day no clouds in the sky, breezy day, I decided to sent it via Post office, the days before I had ask to the post officer about the arrival of mail, and I got that it just took one day, thats why I sent it one day before the day, everythings are done, so I just waited for the mail to arrive.

It is a week after I sent the letter via Post office with wallet icon, but it hasn't arrive yet, I have already ask to my girl whether she got a mail or not, but she always said "No", my distance between her is 120 kilometers, so I can't see her everyday, I see her a week after her birthday, then I ask again directly to her, but the answer is still "No". Of course I felt dissapointed, because I failed to surprise her, and I lose my letter that don't know arrive in what kind of place, the next day I complained to the post office about my letter, and what I got was very surprising, the mail had already arrive one day after I sent it, in the same address but different person, the receiver is Anini, whether I or my girl didn't know who she was, and the worse was I had to report it directly to central office where I sent the mail, thats awful, I knew when I had been reporting it to the central I must be had to report it to the central office where the mail arrived, after I disccussed it to my friends and my girl, I decide to not report it, I had sincere to lose my mail to another person.

Continue reading Post officer mistook